adab mencari ilmu dalam kitab alala

Pergilahdari rumahmu untuk mencari keutamaan (mondok), karenadalam kepergianmu ada 5 [lima] faedah, yaitu menghilangkan kesusahan ,mencari bekal hidup, ilmu, tatakrama dan teman sejati. meskipun dalam bepergianpun terdapat hina dan terlunta-lunta, menembus belantara dan menerjang kepayahan-kepayahan. ۝ Oleh: Syukron AbySosial media (sosmed) belakangan ini penuh dengan konten-konten Alalaterjemah.pdf. jurumiyah dan terjemahan. Manusia akan selalu dalam keadaan baik selama mau mengambil ilmu dari para pembesar mereka dan jika mereka mengambil dari Ashaghir dan buruk, mereka pasti hancur. (Jami Bayan al Ilmi, hal 248). (Al Jami li Akhlaq Ar Rawi wa Adab as Sami vol 1 hal 72). Jika kamu dalam keadaan normal, TAHUKAHkamu bahwa ternyata bukan hanya murid yang harus mempunyai adab dalam proses mencari ilmu. Seorang guru pun, dalam mengajarkan. Select category Select category; Amplop. Kitabalala merupakan kumpulan dari beberapa nadhom yang terdapat pada kitab talim mutaalim, dalam kitab ini terdapat 37 bait nadhom dengan pembahasan adab keseharian, mencari ilmu, dan beberapa tentang memilih teman.Berikut tulisan kami tentang nadhom alala: nadhom 1 - 10 الْالِاتِّنَالُ الْعِلْمُ الْآبِسِتَةُ سَأُنْبِكُ عَنْ مَجْمُوعِهَابِبَيَانِ Mencariilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Ada beberapa hal atau adab yang harus diketahui bagi sang pencari ilmu, sehingga ilmu yang diperoleh bermanfaat, berkah, dan mendapat ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala. Beberapa adab yang perlu diketahui bagi sang pencari ilmu adalah sebagai berikut : 1. PASALPERTAMA ADAB PENUNTUT ILMU DALAM DIRINYA SENDIRI. 1. Ilmu adalah ibadah: Dasar dari segala dasar dalam 'bekal', bahkan untuk segala perkara yang dicari adalah engkau mengetahui bahwa ilmu adalah ibadah, dan atas dasar itu maka syarat ibadah adalah: 1) Ikhlas karena Allah SWT, berdasarkan firman Allah SWT: 1 Untuk mengetahui Kitab- kitab yang diajarkan di pondok pesantren langitan bisa di kelompokan menjadi beberapa bagian, yaitu: 2. Untuk mengetahui pedoman hidup, dalam mencari sebuah ilmu menurut kitab alala. 3. Untuk mengetahui teks kitab alala yang berada di pondok pesantren Langitan, Tuban Jawa Timur. ADABORANG MENCARI ILMU (Kitab Adabul Alim wal Mutaa’lim, Karya KH Hasyim Asy’ari) By. Admin - May 12, 2021. 0. 250. Facebook. Twitter. Google+. Pinterest. WhatsApp. Ada 10 adab mencari ilmu. Membersihkan hati dari penyakit hati. Salah satu cara membersihkan hati adalah dengan cara berdzikir kepada Allah. Memperbaiki niat dalam mencari Muslimabad pertengahan yang bernama Imam al-Al-zarnuji dalam kitab Alala Tanalul ‘Ilma. Tulisan ini mendapatkan ilmu pengetahuan serta mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan yang dicita-citakan. “Konsep Adab Belajar Murid Dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim” oleh A. Kholik (2013) yang menyimpulkan . Kitab Alala merupakan sebuah kitab yang dipakai para santri di seluruh dunia. Biasanya' dilantunkan dalam bentuk syi'ir. Kitab yang tipis berisi sya'ir-sya'ir sehingga mudah dihafal. Isi dari kitab alala ini berisi tentang tata cara mencari ilmu yang terdiri dari 37 bait. Sebagian besar isi dari kitab Alala terdapat dalam kitab Ta'limul Muta'alim yang dikarang oleh Syekh Az-Zarnuji 2 bait dari kitab Alala membahasa tentang 6 syarat dalam mencari ilmu Baca Juga Pengertian Isim Nakiroh dan Isim Ma'rifat dalam Ilmu Nahwu Syarat yang pertama cerdas, yaitu seseorang yang berakal dan mampu menangkap ilmunya. Bukan hanya yang ber IQ tinggi saja. Syarat yang ke dua semangat, yaitu terus belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak bermalas-malasan. Syarat yang ketiga sabar, yaitu para pencari ilmu harus sabar menghadapi segala godaan dan cobaan didalam proses belajar agar sukses dalam belajar di jalan yang lurus. Baca Juga Kisah Kewalian KH. Hamid Pasuruan, Ulama Terkenal yang Makamnya Tidak Pernah Sepi Syarat ke empat biaya, mencari ilmu juga membutuhkan biaya yaitu uang. uang sangat membantu untuk proses berlangsungnya mencari ilmu. Tetapi bukan berarti tidak bisa belajar jika tanpa uang. Syarat ke lima dengan petunjuk guru, mencari ilmu seharusnya dengan guru dan yang memiliki sanad ilmu sampai kepada yang Maha Berilmu. Syarat yang ke enam yaitu dalam waktu yang lama. Mencari ilmu bagaikan memahat batu dengan air memerlukan waktu yang sangat lama dan akan bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun. Yah itu lah 6 syarat dalam mencari ilmu menurut kitab Alala. Semangat Belajar........ Enjoyed this article? Stay informed by joining our newsletter! Jakarta - Adab mencari ilmu menjadi bagian penting dalam menuntut ilmu yang pada dasarnya diwajibkan bagi tiap muslim. Mengenai kewajiban tersebut, Rasulullah SAW memberikan penegasan dalam hadits berikut,طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍArtinya "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim," HR Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami'ish Shaghiir No 3913.Demi memperoleh ilmu yang bermanfaat sekaligus pahala di sisi Allah SWT, tentunya seorang muslim pun harus memperhatikan adab mencari ilmu. Apa saja?Mengutip Buku Teks Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum karya Furqon Syarief Hidayatulloh dan publikasi Seven Golden Etiquettes for Seekers of Knowledge karya Ali Quraya, setidaknya ada 8 adab yang harus diperhatikan oleh muslim yang tengah menuntut Meluruskan niat niatus shalihahNiat yang baik menentukan kualitas dan hasil yang tengah dikerjakan seorang muslim. Sebaik-baiknya niat adalah menjadikan momen mencari ilmu hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT dan bukan penghargaan niat telah diingatkan Rasulullah SAW kepada para umatnya dalam hadits yang berbunyi,إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِArtinya "Sebuah perbuatan dinilai berdasarkan motivasinya niyyah, dan tiap orang mendapatkan apa yang diniatkan. Mereka yang hijrah karena Allah dan RasulNya maka Allah SWT dan RasulNya akan membalas orang tersebut, namun mereka yang hijrah karena hal yang bersifat duniawi atau wanita yang akan dinikahi maka dia akan mendapatkan hal tersebut." HR Bukhari dan Muslim.2. Melakukan yang terbaik ihsanSelain niat karena Allah SWT, usaha terbaik harus dilakukan tiap muslim saat menuntut ilmu. Usaha terbaik ihsan akan mendapat hasil yang juga baik sesuai hadits Rasulullah SAWإِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُArtinya "Sungguh Allah SWT telah menetapkan ihsan dalam segala hal. Jika kalian berperang maka lakukanlah yang terbaik. Jika sedang menyembelih hewan maka lakukan juga usaha terbaik. Salah satu dari kalian mengasah pisaunya, sedangkan yang lain menenangkan hewan yang akan disembelih." HR Tirmidzi.3. TawakalSetelah melakukan usaha terbaik, tiap muslim menyerahkan hasilnya sesuai ketentuan Allah SWT sesuai sifat tawakal. Syekh Shahhat bin Mahmud Ash Shawi mengungkapkan, tawakal artinya percaya sepenuhnya kepada Allah yang ditetapkanNya atas usaha dalam mencari ilmu, seorang muslim sudah sepatutnya menerima hal itu dengan keikhlasan. Sebab, semua yang dikehendaki Allah SWT pasti mengandung hikmah di Menaati perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNyaSudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk memerhatikan aturan yang telah disyariatkan dalam Islam dan meningkatkan ketaatannya kepada Allah dan rasulNya. Terutama dalam hal melakukan pengembangan تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًاArtinya "Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah Al-Qur'an dan Rasul sunnahnya, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya." QS An Nisa 59.Guru dari seorang imam besar mazhab Imam Syafi'i, Waqi, menyarankan muridnya untuk berhenti melakukan dosa. Menurut Waqi, pengetahuan adalah cahaya Allah SWT dan Allah SWT tidak mau cahayanya menyinari Berdoa supaya terhindar dari malas dan kesulitanAdab mencari ilmu dalam Islam selanjutnya adalah berdoa supaya terhindari dari malas dan kesulitan saat menuntut ilmu. Berikut doanya,اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِBacaan latin Allaahumma inni a`oodhu bika minal-hammi wal-ḥazani wal-`ajzi wal-kasali wal-bukhli wal-jubni wa ḍala`id-dayni wa ghalabatir-rijaalArtinya "Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kecemasan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sesat dan pengecut, beban hutang dan dari penguasaan manusia."Jika menemui kesulitan, doa ini bisa dibaca untuk memohon bantuan dari Allah SWTاللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاًBacaan latin Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syiita sahlaaArtinya "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali Kau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan kesulitan, jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah."6. Berprasangka baik pada Allah SWT husnudhanSetiap muslim yang mencari ilmu diharapkan untuk senantiasa berprasangka baik atas ketetapan Allah SWT. Sekalipun hasil dari proses pembelajaran dan pengembangan ilmu tidak sesuai dengan yang أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَArtinya "Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." QS Al Baqarah 216.7. Mengamalkan ilmu yang dimiliki al-amalu fil 'ilmiKeutamaan dari orang yang berilmu dalam Islam diukur dari bagaimana ia mengamalkan ilmu tersebut. Bukan seluas apa ilmu yang telah dimilikinya. Rasulullah SAW pernah bersabda,"Celakalah orang yang tidak berilmu, dan celaka pula orang yang berilmu namun tidak mengamalkannya," HR Abu Nu'im.8. Banyak bertanyaTerakhir yang termasuk dalam adab mencari ilmu dalam Islam adalah banyak bertanya seputar ilmu yang tidak dapat dipahami olehnya. Ayat Al Quran sendiri mengisyaratkan bahwa bertanya dianjurkan bagi yang tidak mengetahui saat menuntut berfirman dalam surat An Nahl ayat 43,فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَArtinya "maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."Jadi, jangan lupa terapkan 8 adab mencari ilmu dalam Islam di sekolah atau pun kampusmu ya, detikers! Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] rah/lus KKPD Sumobito May 19, 2021 Kelas 4/II Pelajaran tentang tata cara mencari ilmu dalam kitab Alala Tanalul Ilma yang kami rangkum dalam judul Terjemah Kitab Alala Nadham 34 35 dan 36 - Merantaulah Mencari KeutamaanPada tulisan ini, kita akan belajar materi kelas 4 semester II yaitu tentang adab dan tata cara dalam mencari ilmu di Kitab Alala Tanalul IlmaMateri;Menghafal nadham dan memahami maknanyaMembaca tulisan pego dan memahami artinyaAlala Nadham 34 35 dan 36 - Merantaulah Mencari Keutamaanبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِیْمِNadham 34تَغَرَّبْ عَنِ الْأَوْطَانِ فِی طَلَبِ الْعُلاَ ۞ وَسَافِرْ فَفِی الْأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدِلُوڠَاهَا سُوڠْکُو دِیصَا ڤۤرْلُو ڠُودِی کَامُولْیَانْ ، کۤـرَانَا لِیْمَاڠْ فَائِدَهْ بَاکَالْ دِینْ تۤمُو اِیڠْ ڤۤلُوڠَانْlungoho songko deso perlu ngudi kamulyan, kerono limang faidah bakal din temu ing pelunganTinggalkan desa kelahirangmu untuk mencari kemulyaan, pergilah karena dalam bepergian itu akan ada 5 faidah atau manfaatNadham 35تَفَرُّجُ هَـمٍّ وَاکْتِسَابِ مَعِیْشَةٍ ۞ وَعِلْمٌ وَاَدَابٌ وَصُحْبَةُ مَاجِدِسِیْجِی اِیْلاَڠِی سُوسَاهْ لَوْرُو رِزْقِیْنِی تَامْبَاهْ ، کَاڤِیڠْ تۤلُو مۤرْکُولِیهْ علِمْ ُپۤبَابَاکِی بُوڠَاهْ کَاڤِیڠْ ڤَاڤَاتْ بِیْصَا بَاڮُوسِی اِیڠْ تَاتَاکۤـرَامَا لَانْ کَاڤِیڠْ لِیْمَا مۤرْکُولِیهْ کُونْچُو کَاڠْ مُولْیَا - مُولْیَاsiji ilange susah loro rizkine tambah, kaping telu merkoleh ilmu nyebabake bungah kaping papat biso bagusi ing totokromo lank aping limo merkoleh konco kang mulyo-mulyoYang pertama menghilangkan kesusahan, kedua mencari rizki, ketiga mencari ilmu, keempat bisa bertataktama dan kelima bisa berteman dengan teman yang baik dan muliaNadham 36وَاِنْ قِیْلَ فِی الْأَسْفَارِ دُلٌّ وَغُرْبَةٌ ۞ وَقَطْعُ فَیَافٍ وَارْتِکَابُ شَدَائِدَسۤنَاجَانْ اَنَا اِیڠْ لۤلُوڠَانْ ڠۤرَاصَا اِیْنُو ڠُومْبَارَا ، لَانْ جُوڠْکُوڠْ أَرَا ٢ لاَنْ ڠۤلَاکُونِی سۤڠْسَارَاSenajan ono ling lelungan ngeroso ino ngumbaro, lan jongkong oro-oro lan ngelakoni sengsoroWalaupun ada yang berkata “dalam pengembaraan / lelungan itu ada rasa hina dan merasa asing bahkan menempuh perjalanan yang sangat luas dan teramat kesusahanPenjelasan NadhamKitab Alala nadham 35 36 dan 37 ini menjelasakan bahwa kita harus merantau atau pergi dari desa kelahiran dengan niat belajar atau mencari keutamaan Belajar atau Mondok.karena dalam merantau itu kita setidaknya akan mendapatkan 5 faidah atau menghilangkan kesusahan, Kedua mencari rizki, Ketiga mencari ilmu, Keempat bisa belajar bertataktama dan Kelima bisa berteman dengan teman yang baik dan muliaWalaupun ketika kita bepergian atau merantau itu terasa berat dan hina, merasa asing bahkan menempuh perjalanan yang sangat luas dan teramat kesussahanPesan Penting!Merantaulah untuk belajar supaya mendapat lima faidah atau manfaatMerantaulah untuk belajar agar bisa membuka wawasan dan banyak pengalamanMerantaulah untuk belajar meskipun itu terasa berat, pahit dan teramat susah. Comment Policy Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Buka Komentar Tutup Komentar Kelas 4/II Pelajaran tentang tata cara mencari ilmu dalam kitab Alala Tanalul Ilma yang kami rangkum dalam judul Terjemah Kitab Alala Nadham 21, 22, 23 dan 24 - Adab Mengagungkan Guru Atau UstadzPada tulisan ini, kita akan belajar materi kelas 4 semester II yaitu tentang adab dan tata cara dalam mencari ilmu di Kitab Alala Tanalul IlmaMateri;Menghafal nadham dan memahami maknanyaMembaca tulisan pego dan memahami artinyaAlala Nadham 21 22 23 dan 24 - Adab Mengagungkan Guru Atau Ustadzبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِیْمِNadham 21أُقَدِّمُ أُسْتَاذِي عَلیَ نَفْسِ وَالِدِی ۞ وَاِنْ نَالَنِي مِنْ وَالِدِی الْفَضْلَ وَالشَّرَفْدِیْسِیكْ کِی إِڠْسُونْ اِیڠْ ڮُورُو ڠۤرِیكْ کِی إِڠْسُونْ اِیڠْ بَاڤَاءْ ، سۤنَاجَانْ إِڠْسُونْ اُولِیهْ کَامُولْیَانْ سُوڠْکُو بَاڤَاءْNdisikke ingsun ing guru ngerikke ingsun ing bopo, Senajan ingsun oleh kamulyan songko bopoSaya lebih mengutamakan guru daripada orang tua, meskipun saya mendapatkan kemulyaan dari orang tuakuNadham 22فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحِ جَوْهَرُ ۞ وَهَذَا مُرَبِّ الْجِسْمِ وَالْجِسْمُ کَالصَّدَفْڮُورُو اِیکُو کَاڠْ بِیْسَا نْدِیدِیكْ اِیڠْ پَاوَا ، دِیْنِی پَاوَا اِیْکُو دِی سۤرُوڤَاءَکِی کَایَا سُوجَاGuru iku kang biso ndidik ing nyowo, dene nyowo iku di serupaake koyo suco MutiaraDialah guru yang mendidik ruh kita, sedangkan ruh itu seperti Mutiara. Dan orang tua adalah yang memelihara raga dan raga adalah tempat bagi ruh sebagaimana tempat MutiaraNadham 23رَاَیْتُ اَحَقَّ الْحَقِّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ ۞ وَاَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَی کُلِّ مُسْلِمٍاَکُو وِیسْ نِیقَادَاکِي إِیڠْ لُووِیهْ حَقْ٢کِي بۤنۤرْ ، یَاإیْکُو وُوڠْ کَڠْ نُودُوهُاکِي بَارَاڠْ بۤنۤرْ لَنْ لُووِیهْ تَأْتِیقَادَاکِي لُووِیهْ وَاجِبْ دِیْنْ رۤکْصَا مُوڠْڮُوهِي کَابِیهْ وُوڠْ اِسْلاَمْ کَڠْ کۤڤِیڠِین بۤنۤرْAku wes nikodake ing luwih hak-hak ke bener, yo iku wong kang nuduhake barang bener lan luwih tak tiqodake luwih wajib din rekso mungguhe kabeh wong islam kang kepingin benerSaya sudah meyakini bahwa yang paling berhak diutamakan adalah hak-haknya guru, yang telah mengajarkan kita ke jalan kebenaran, dan pastinya haknya guru wajib dijaga oleh setiap orang muslimNadham 24لَقَدْ حَقَّ اَنْ یُهْدَی اِلَیْهِ کَرَامَةً ۞ لِتَعْلِیْمِ حَرْفِ وَاحِدٍ اَلْفُ دِرْهَمٍ ڮُورُو وِیسْ مۤسْطِي دِي هَادِیاهِي سِیْوُو دِرْهَمْ ، مُولْیَاأکي کۤرانَا مُولَاڠْ حُرُفْ سِیجِي تُورْ فَهَمْGuru wes mesti di hadiyahi sewu dirham, mulyaake kerono mulang huruf siji tur fahamKarena kemulyaanya seorang guru sangatlah berhak mendapatkan hadiah seribu dirham karena telah mengajarkan kepada kita satu huruf sajaPenjelasan NadhamKitab Alala akhlak adalah salah satu kitab yang menerangkan tentang tata cara dalam mencari ilmu, merupakan salah satu kitab yang menjadi rujukan umum di kalangan pesantren. Salah satu cara mendapatkan ilmu yang bermanfaat adalah wajib memulyakan seorang guru daripada orang tua, meskipun kita kadang mendapatkan kemulyaan dari orang tua yang sedang belajar menuntut ilmu hedaklah lebih memulyakan gurunya baru kemudian orang tuanya. Karena guru adalah seseorang yang mendidik jiwa dan ruh kita karena ruh itu seperti mutiara. yang bisa menjadikan kita manusia yang mulia dihadapan Allah, sedangkan orang tua pada umumnya lebih banyak menjaga dan merawat raga kita. Sedangkan raga adalah tempat ruh kita. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru sangatlah penting dalam membentuk karakter anak yang sedang dalam tahap belajar dan mencari ilmu. Karena pentingnya seorang guru dalam membimbing ruh kita, maka hak-hak guru juga harus diutamakan karena keikhlasanya mendidik kita ke jalan kebenaran. Bahkan karena mulyang seorang guru, guru sangatlah berhak mendapatkan hadiah seribu dirham karena telah mengajarkan kepada kita satu huruf Penting!Mulyakanlah seorang guru karena gurulah yang mendidik jiwa dan ruh kita,Guru adalah orang yang mendidik jiwa dan ruh kita yang mana jiwa dan ruh kita adalah seperti mutiara. Sedangkan orang tua adalah yang memelihara jasad dan raga kita. berbuat baiklah kepada satu contoh berbuat baik kepada orang tua adalah menjaga adab ketika di depan orang tua dan menjaga adab ketika bertemu dengan orang tua di jalanJagalah hak-hak guru dengan senantias selalu mentaati dan mendengarkan apa yang telah diajarkan kepada kita, menjaga tatakrama didepan guru dan juga selalu taat keutamaanya, seorang guru sangatlah berhak mendapatkan hadiah seribu dirham karena telah mengajarkan kepada kita satu huruf sajaVideo lalaran nadham alala PARA ulama selalu menekankan masalah adab dalam mencari ilmu. Karena yang menjadikan ilmu itu bermanfaat dan berkah adalah bila disertai dengan akhlak dari para penuntut ilmu. Saya ingin mengungkapkan kata-kata Al-Imam Abdullah bin Al-Mubarak rahimahullah, seorang ulama salaf terkemuka, seorang tabi tabi’in yang hidup sebelum masa Imam Al-Syafi’i rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa ada enam tata krama mencari ilmu; Pertama Ikhlas, Kedua Mendengar dengan baik, Ketiga Memahami, Keempat Menulis, Kelima Beramal dengan ilmu dan Keenam Mengajarkan ilmu kepada orang lain. Sulitnya Menjaga Ikhlas Betapa banyak manusia saat ini yang menghadiri majelis ilmu, menuntut ilmu agama dalam keadaan tidak ikhlas. Entah itu hanya ingin mengisi waktu luang, atau ingin mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang, atau mengincar imbalan tertentu, penghargaan tertentu, ingin dilihat dan dikagumi oleh sebagian manusia, dan sebagainya. Tidak sedikit kita saksikan tokoh dai menyampaikan ilmu di mimbar, di kanal Youtube menyerang atau sekurang-kurang ada motif meremehkan lainya. Sesungguhnya materinya baik, namun disajikan dengan cara tidak baik, maka ilmu itu tidak sampai, kecuali hanya untuk gagah-gagahan, atau bahan debat dan berbantah-bantahan. Allah SWT dan Rasulullah ﷺ memarahi ibadah tanpa disertai keikhlasan. Ikhlas adalah perintah Allah SWT. Mempelajari ilmu agama adalah fardu ain yang wajib bagi setiap individu muslim. Rasulullah ﷺ bersabda طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” HR Ibnu Majah no. 224 Ketika petunjuk ini datang dari Nabi ﷺ , maka mengerjakannya adalah ibadah, dan setiap ibadah harus dibangun di atas keikhlasan. Jika kita hanya mencari ilmu untuk mengisi waktu luang kita, kita tidak mendapatkan pahala apapun. Menuntut ilmu adalah ibadah, dan setiap ibadah dibangun dengan ikhlas dan mengikuti Nabi ﷺ Allah SWT berfirman وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ “Kamu tidak diperintahkan untuk beribadah kepada Allah kecuali dengan ikhlas.” QS Al-Bayyinah 5 Nabi ﷺ meriwayatkan tentang keikhlasan dalam sebuah hadits yang terkenal إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيِهِ “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap manusia tergantung niatnya. Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, barang siapa hijrah karena dunianya atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya itulah yang dia niatkan.” HR Bukhari dan Muslim Imam Al-Syafi’i ketika melihat hadits ini berkata, “Hadits ini termasuk dalam 70 cabang cabang ilmu.” Hadits ini cukup bermakna bagi yang paham tentang keikhlasan. Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini sebagai hadits pertama. Imam Al-Nawawi dalam kitab Riyadhus Solihin menempatkan hadits ini sebagai hadits pertama. Dalam kitab Al-Azkaar beliau menempatkan hadits ini sebagai hadits pertama. Dalam kitab Hadits 40, beliau menempatkan hadits ini sebagai hadits pertama. Hal ini menunjukkan bagaimana para ulama dulu ketika hendak menulis, mereka mengingatkan diri pada keikhlasan, niat. Hal ini juga menunjukkan betapa niat yang tulus harus ada dalam setiap amalan ibadah yang akan dilakukan. Jadi kita perlu melihat niat dengan serius. Karena niat manusia mendapat pahala, karena niat manusia mendapat dosa. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang menceritakan tentang tiga golongan manusia yang di dunia dimuliakan oleh masyarakat. Kelompok pertama adalah orang yang jatuh di medan perang. Dia dipanggil dan ditunjukkan kepadanya nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya, dan bertanya kepadanya apa yang telah dia lakukan dengan bantuan itu. Maka dia berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku telah berjuang di jalan-Mu sampai aku jatuh di medan perang’. Kemudian Tuhan berkata, Kamu telah berbohong. Sebaliknya Anda berjuang untuk dikatakan sebagai pria pemberani, dan Anda telah dikatakan demikian’. Maka ia diseret dengan mukanya, lalu dilemparkan ke dalam api Neraka. Kelompok kedua adalah orang-orang yang mencari ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an. Dia dipanggil, kemudian ditunjukkan kepadanya nikmat yang telah diberikan kepadanya, kemudian dia ditanya tentang hal itu. Dia berkata, Sesungguhnya aku telah menuntut ilmu dan mengajarkannya untuk-Mu ya Allah, dan aku telah membacakan Al-Qur’an untuk-Mu ya Allah.’ Kemudian dikatakan kepadanya, Engkau bohong. Kamu menuntut ilmu agar kamu dikatakan orang yang shaleh, dan kamu membaca Al-Qur’an agar kamu dikatakan qari’, dan kamu telah dikatakan demikian oleh orang-orang.’ Maka dia diseret dengan mukanya. di tanah dan dilemparkan ke dalam api Neraka. Kelompok ketiga adalah orang-orang yang telah dilimpahkan kepadanya oleh Allah dengan memberikan segala bentuk harta kepadanya. Mereka dipanggil dan ditunjukkan nikmat yang telah diberikan, dan ditanya apa yang telah dilakukan dengan nikmat itu. Mereka menjawab, Sungguh, tidak ada cara bagiku untuk menafkahkan karena-Mu, ya Allah, tetapi aku telah menafkahkan dengan cara itu.’ Allah berfirman, Engkau berbohong. Engkau memiliki infaq hanya agar dikatakan oleh manusia sebagai orang yang dermawan, dan engkau telah dikatakan demikian oleh manusia.*/ Fathul Bari Mat Jahya syarat mencari ilmu dalam kitab alala merupakan pembahasan yang sudah cukup populer. Syarat mencari ilmu ini ada di nadhom kedua dari kitab alala tersebut. Berturut turut, pintar, semangat, sabar, punya biaya, ada guru, dan lamanya waktu. Ke enam tersebut merupakan syarat yang terdapat pada nadhom alala tersebut. Kiranya bagian ini sudah cukup jelas, sehingga tinggal bagaimana pelaksanaan dari para pencari ilmu untuk menerapkannya kedalam bagian mencari ilmuManfaat mencari ilmu menurut kitab alala terdapat pada nadhom ketuju dari kitab alala. pada nadhom ini disebutkan terdapat tiga manfaat yang didapat dari mencari ilmu. Manfaat yang pertama adalah dapat menjadikan pemilik ilmu lebih unggul daripada yang tidak memiliki ilmu. Selain itu, Pemilik ilmu akan mendapatkan ketaqwaan yang lebih meningkat dibandingkan sebelumnya ketika masih belum belajar. Selain itu pada nadhom ke 17, disebutkan bahwa pemilik ilmu akan hidup abadi. Maksud dari abadi adalah, namanya akan tetap ada meskipun orangnya sudah tidak lagi ada. Namanya tetap disebut sebut oleh orang lain. Hal ini sangat berbeda dengan orang bodoh. Kehidupannya dianggap tidak ada karena dianggap telah mati oleh orang إِلَى سَأْوِ الْعُلَى حَرَكَاتٍ وَلَكِنْ عَزِيزٌ فِي الرِّجَالِ ثَبَاتُlikuli ila sakwil ula kharakatun, walakin azizun firijalisemua orang menginginkan derajat yang luhur, tetapo hanya sedikit orang saja yang bersungguh sungguhkabih wong maring derajat luhur ubahe ati, tapine kedik poro rajul iku netepiاذَا كُنْتَ فِي قَوْمٍ فَصَاحِبُ خِيَارِهِمْ وَلَاتَصَحَّبَ الَارْدَى فَتَرَدَّى مَعَ الرُّدَىidza kunta fi qaumin fashohib khiyarahum, wala tashibil arda fatarda ma'a ridaapabila kamu bertemu sebuah kaum, maka bertemanlah orang yang bagus pada kaum tersebut, dan jangan berteman dengan orang yang kurang bagus. Sebab nantinya di surga, kamu akan diikutkan orang yang tidak bagusnalika ana siro iku wewaran kaum, mangka ngancanan sira ing bagus e kaum. lan aja esuk ngancani sira ing wangkan asor, mangka sebab den surga serto kang Mencari IlmuLalu bagaimana dengan etika dalam mencari ilmu dalam kitab alala itu? Untuk etika kepada guru tersirat pada nadhoman ke 21. Dimana pencari ilmu memiliki kewajiban untuk mendahulukan guru dibanding orang tua, apapun alasannya. Hal ini didasari karena guru merupakan seorang yang telah mendidik raga dari pencari ilmu. Selain itu, dalam nadhom kitab alala nomer 34 pencari ilmu lebih baiknya berhijrah. Berhijrah dalam artian keluar dari kota atau desa tempat tinggalnya ke daerah lain. Dengan hijrah ini beberapa manfaat bisa diperoleh oleh para pencari ilmu. berhijrah bagi para pencari ilmu memiliki manfaat tersendiri, diantaranya adalah hilangnya kesusahan, bertambahnya rizqi yang diperoleh, bertambahnya ilmu yang merupakan sumber kebahagiaan, serta makin bagusnya tata krama, dan terakhir menjadikan memiliki banyak teman yang mulia. Sesuai dengan penjelasan, bisa jadi bagi para pencari ilmu yang menetap didesanya akan berkurang kelima manfaat itu. Dan ketika telah mendapat ilmu yang dicari, lebih baiknya menghindar dari hal hal yang dapat merusak احْقِ الْحَقَّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ وَأَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍro aytu ahaqqul haqqi mualimu, waawjabahu hifdzan ala kulli berpendapat dengan sangat sungguh yakni keharusan bagi tiap orang untuk menunjukan hal yang benar. Dan lebih ditekadkan untuk lebih wajib memahami dijaga oleh seluruh orang islam yang ingin bisaaku wis neqadake luwih haq haqi bener, yaiku haq e wangkang nuduhake barang bener. lan luweh tak tekadke luweh wajib din rekso mungguhe kabih wong islam kepengen bisoلِقَدْحَقَ أَنْ يُهْدَى إِلَيْهِ كَرَامَةً لِتَعْلِيمِ حَرْفٍ وَاحِدٍ الْفِ دِرْهَامٍlaqod haqqa ay yuhda ilaihi karamatan, lita'limi kharfi wahidin alfu dirhaminseharusnya guru harus diberi hadiah seribu dirham, dengan tujuan memulyakan karena mengajar satu huruf hingga fahamguru wis mesti dihadiahi sewu dirham, mulyaake kerana mulang huruf siji tur fahamتَغْرَبُ عَنِ الْأَوْطَانِ فِي طَلَبِ أَلْعَلَا وَسَافَرَ فَفِي الْأَسْفَارِخَمْسِ فَوَائِدًاtaghorob anil authoni fi tholabil ilmu ula, wasafir fa fil asfari khomsun dari desamu untuk memperoleh kemulyaan, karena terdapat lima perkara yang ditemukan di tempat hijrahlungo o songko deso perlu ngudi kamulyan, kerono limang perkoro den temu ing هُمْ وَاكْتِسَابُ مَعِيشَةٍ وَعِلْمٍ وَادَّابٍ وَصُحْبَةِ مَاجِدٍtafarruju hammin waktisabu maisyatin wailmun waadabun wa suhbatun majidisatu hilangnya susahdua rizqinya bertambahtiga bertambah ilmu menyebabkan bahagiaempat, makin bagusnya tata kramalima, mendapatkan teman yang mulyasiji ilange susah, loro rizqine tambah, kaping telu tambah ilmu nyebabaki bungah, kaping papat bisa baguse tata krama, kaping lima merkuleh konco kang mulyoPenutupsebab-sebab dari kerusakan ilmu menurut kitab alala adalah adanya orang alim yang tidak mengamalkan ilmu tersebut. jadi anjuran dari kitab alala ini sudah sangat lengkap dimulai dari bagaimana syarat mencari ilmu, etika dan manfaat. Hingga diakhiri dengan hal yang harus dilakukan setelah mendapatkan ilmu adalah dengan mengamalkannya. Demikian tulisan tentang etika manfaat dan syarat mencari ilmu di kitab alala kami akhiri. Beberapa penulisan berupa harakat, translasi, dan transliterasi ke bahasa indonesia belum lah sempurna. Oleh karena itu kami mohon maaf atas kelalaian kami tersebut. Kiranya Anda dapat membenarkan lewat halaman kontak di website Yuk share linknya! KKPD Sumobito May 15, 2021 Kelas 4/II Pelajaran tentang tata cara mencari ilmu dalam kitab Alala Tanalul Ilma yang kami rangkum dalam judul Terjemah Kitab Alala Nadham 20 - Tentang Adab BermasyarakatPada tulisan ini, kita akan belajar materi kelas 4 semester II yaitu tentang adab dan tata cara dalam mencari ilmu di Kitab Alala Tanalul IlmaMateriMenghafal nadham dan memahami maknanyaMembaca tulisan pego dan memahami artinyaAlala Nadham 20 - Tentang Adab Bermasyarakatبِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِیْمِNadham 20اِذَا کُنْتَ فِي قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِیَارَهُمْ ۞ وَلَا تُصْحَبِ اْلاَرْدَی فَتُرْدَی مَعَ الرَّدِیJika kamu berkumpul dengan suatu kaum berasyarakat, maka bertemanlah dengan orang yang baik diantara mereka dan jangan berteman dengan orang yang berakhlak buruk, maka kamu akan ikut buruk pula bersama Pegoاِذَا کُنْتَ فِي قَوْمٍ فَصَاحِبْ خِیَارَهُنَالِیْکَا اَنَا سِیْرَا اِیْکُو وُورْ- وُورَانْ قَومْ، مُوڠْکَا ڠَانْجَانَانَا سِیْرَا اِیڠْ بَاڮُوسٓی قَوْمNaliko ono siro iku wor-woran qoum, mongko ngancanono siro ing baguse qoumوَلَا تُصْحَبِ اْلاَرْدَی فَتُرْدَی مَعَ الرَّدِیلَنْ سِیْرَا اُوْجُو سُوءْ ڠَانْجَانِي اِیڠْ وُوڠْ کَڠْ اَصَارْ، مُوڠْکَا سٓبَابْ دِي اَسُورَاکٓي سِیْرَا سَارْطَا کَڠْ اَصَارْLan siro ojo sok ngancani ing wong kang ashor, mongko sebab di asorake siro sartho kang ashorPenjelasan Nadham;Jika kita berkumpul dengan suatu kaum atau berkumpul dalam suatu golongan atau masyarakat, maka bertemanlah dengan orang yang baik diantara mereka. Jangan kita berteman dengan orang yang buruk jika kita tidak mau terseret dalam keburukan PentingDalam berteman, carilah teman yang baikJangan berteman dengan orang yang buruk dan nakal, supaya tidak terpengaruh dengan keburukan dan kenakalan juga materi kelas 4 semester II lainya dalam kitab AlalaAlala Nadham 20 - Tentang adab bermasyarakatAlala Nadham 21, 22, 23 dan 24 - Mengagungkan Guru atau UstadzAlala Nadham 25 - Nafsu harus dihinakanAlala Nadham 26 - Janganlah berburuk sangkaAlala Nadham 27 28 29 dan 30 - Tiga golongan manusia di sekitar kitaAlala Nadham 31 - Jauhilah Sifat PendendamAlala Nadham 32 - Waktu yang sangat bernilai jangan sia-siakan waktuAlala Nadham 33 - Belajarlah! karena tidak seorangpun terlahir menjadi orang berilmuAlala Nadham 34 35 dan 36 - Merantaulah mencari keutamaanAlala Nadham 37 - Matinya seorang pemudaSimak video lalaran Nadham Alala dibawah ini Comment Policy Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui. Buka Komentar Tutup Komentar SEMARANGKU – Artikel ini akan menjelaskan kepada anda tentang kunci sukses dalam mencari ilmu menurut kitab kitab Alala adalah salah satu kitab dasar yang sering gunakan oleh berbagai pondok pesantren di Indonesia dalam memotivasi santrinya saat mencari ilmu. Dengan mempelajari kitab Alala bisa untuk menambah ilmu dan kunci sukses santri jika bisa paham penjelasannya. Baca Juga Menggunjing dalam Islam, Berikut Dasar Hukumnya dari Kitab Tanbihul GhofilinMencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslimin dan maslimat yang dimulai dari lahir hingga akhir sukses dalam mencari ilmu tentunya menjadi syarat agar seseorang mendapat ilmu yang berkah dan yang bermanfaaat adalah ilmu yang bisa menghantarkan pemiliknya pada ketakwaan kepada inilah yang hanya diberikan kepada hamba-hambanya yang memiliki hati mulia dan ilmu bukanlah hal yang mudah didapatkan karena, dalam mencapainya harus memenuhi enam syarat yang harus tersebut dijelaskan dalam nadzoman kitab Alala yang berbunyi اَلاَ لاَتَنَالُ الْعِلْمَ اِلاَّ بِســــِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍArtinya Ingatlah, tidak akan kalian mendapatkan ilmu yang manfaat kecuali dengan enam syarat. ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍ وَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍEman syarat tersebut yaitu, cerdas, semangat,yaitu, cerdas, semangat, sabar, biaya, petunjuk ustadzdan waktu yang penjelasan dari enam syarat sukses dalam mencari ilmu sebagai berikut1. Cerdas adalah kemampuan untuk memahami ilmu, tidak diharuskan memiliki kecerdasan yang tinggi, asalkan akalnya mampu memahami ilmu pada dengan orang lugu dan ideot yang memang akalnya sudah tidak bisa menerima atau memahami ilmu golongan orang tersebut, tidak dapat memenuhi persyaratan yang pertama manusia seperti pedang ketika semakin sering di asah dan digunakan maka pedang akan semakin tajam begitu juga dengan fikiran Semangat adalah serius dan tekun mencari ilmu dengan menggunakan segala tenaga yang adanya semangat, serius, dan ketekunan seseorang tidak akan mendapatkan pengetahuan khususnya ilmu agama adalah sesuatu yang mulia yang tidak akan mudah didapatkan oleh setiap orang mencari ilmu tapi yang berhasil sangat sedikit sekali karena, mencari ilmu itu sulit dan harus semangat. 3. Sabar adalah tabah menghadapi cobaan dan ujian dalam mencari ilmu dalam bentuk yang mencari ilmu pasti akan banyak cobaan yang menghantamnya maka, ia harus bersabar Biaya, artinya mencari ilmu perlu biaya namun tidak harus punya uang banyak tetapi dibutukan hanya untuk kebutuhan selama mancari ilmu seperti, makan, minum, sandang, dan papan dalam kontek ini bisa juga diartikan dengan belajar sambil bekerja dan khidmah tetapi, tidak mengganggu proses Petunjuk ustadz, diartikan bahwa ketika seorang mengaji harus mempunyai guru dan tidak boleh belajar sendiri khususnya ilmu siapa belajar tanpa guru maka gurunya adalah seseorang belajar dengan otodidaks tanpa dengan guru maka, dikhawatirkan ilmu yang didapatkan ngawur dan tidak sesuai dengan Waktu yang lama, diartikan bahwa ketika seseorang mencari ilmu membutuhkan waktu yang yang didapatkan tidak begitu maksimal jika mencari ilmu dengan waktu yang karena itu, dalam mencari ilmu harus membutuhkan waktu yang dari kitab Alala karya dari Syech Burhanuddin Al-Islam Al-Zarnuji. Demikian penjelasan tentang kunci sukses dalam mencari ilmu.*** Editor Heru Fajar Tags Terkini